1.2.a.3 Mulai dari diri
Assalamualaikum Wr.Wb
Pada kegiatan guru penggerak kali ini, sudah memasuki modul 1.2.a.3 yaitu Mulai dari diri.
Disini saya akan menampilkan beberapa kegiatan dan beberapa pertanyaan mengenai diri sendiri. Kita mulai dari Kegiatan 1 yaitu membuat Trapesium Usia
Kegiatan 1 TRAPESIUM USIA
Dibawah ini adalah Trapesium Usia
Tugas 1 Refleksi
1. Apa peristiwa positif dan negatif yang saya tuliskan disana?
Peristiwa negatif yang saya alami adalah ketika saya menginjak dibangku Sekolah Menengah Pertama. Saya fikir dengan masuk ke salah satu SMP terbaik di kota kami, saya akan membuat bangga orang tua dan keluarga, berfikir bisa mempunyai teman yang pintar dan berkelas. Tetapi setelah dijalani di tahun pertama terasa begitu berat karena hanya ada 2 teman dari SD yang masuk di SMP tersebut dan itupun tidak satu kelas. Kebetulan dari kelas 7 sampai kelas 9 saya masuk kedalam kelas unggulan, tetapi ketika dikelas mempunyai perasaan minder dan malu untuk berkomentar ketika sesi diskusi dan tanya jawab. Karena didalam kelas banyak teman-teman yang lebih pintar. Saya juga jadi menarik diri dari pergaulan, hanya berteman dekat dengan beberapa teman. Teman satu bangku dari kelas 7 sampai dengan kelas 9 yaitu Rina. Hal itu berpengaruh dengan prestasi dan perkembangan pola belajar, yang tadinya di SD selalu mendapatkan peringkat 1 ketika di SMP hanya masuk ke 10 besar.
Peristiwa positif yang saya alami adalah ketika usia 17 tahun tepatnya kelas 12 Bahasa, saya bisa lulus dari Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang memuaskan. Hal itu terjadi karena ketika kelas 11, ketika ada peminatan jurusan IPA, IPS, atau BAHASA orang tua saya mengizinkan saya untuk memilih jurusan di sekolah yang saya sukai. Karena memilih jurusan di sekolah dengan rasa bahagia dan tanpa paksaan saya bisa menjalani proses belajar dengan baik dan menyenangkan, ketika di SMA keceriaan saya juga kembali karena mulai aiktif mengikuti organisasi seperti Pecinta Alam yang setiap bulannya bisa mendaki gunung, atau menyusuri pantai untuk melakukan kegiatan green day.
2. Selain saya,siapa lagi yang terlibat didalam masing-masing peristiwa tersebut?
Pada peristiwa negatif, yang terlibat didalamnya adalah teman-teman satu kelas, bapak ibu guru, dan orang tua.
Pada peristiwa positif, yang terlibat didalamnya adalah teman-teman satu kelas, bapak ibu guru, orang tua, anggota organisasi Pecinta Alam.
3. Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang?
Dampak emosi yang masih saya rasakan adalah:
1. Gembira
2. Optimis
3. Cinta
4. Percaya
5. Kagum
6. Takjub
4. Mengapa momen yang terjadi dimasa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat mempengaruhi diri saya dimasa sekarang?
Momen yang terjadi dimasa sekolah adalah ketika saya berusia 6 sampai dengan 21 tahun masih bisa saya rasakan karena pada saat itu kinerja otak sedang berjalan dengan sangat tajam, otak dengan cepat membuat jalinan informasi dengan apa yang sudah kita alami. Pada saat saya mengalami hal yang negatif maka akan membentuk sebuah ingatan yang negatif dan trauma. Pada saat saya mengalami hal yang positif, maka yang terbentuk adalah kenangan yang baik dan indah. Semua kenangan negatif dan positif masih terus terekam dengan baik di memori otak dan bisa dijadikan sebuah refleksi bagi diri sendiri.
5. Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran saya sebagai guru terjadap peserta didik saya?
Dalam kehidupan dimasa lalu saya ada hal negatif dan hal positif yang selalu terkenang dan itu bisa saya jadikan sebagai pembelajaran dalam peran saya sebagai guru untuk murid-murd saya dan sebagai seorang ibu untuk anak-anak saya. Sebagai seorang guru saya menyadari jika kecerdasan emosional menjadi penentu keberhasilan seorang individu dalam kehidupannya. Seorang guru mempunyai tugas penting dalam perkembangan sosial dan emosi pada anak, hal itu dilakukan agar mereka tidak tergelincir pada lingkungan belajar yang tidak sesuai yang akan memunculkan emosi-emosi negatif. Ada beberapa tindakan -tindakan prinsip yang hendaklah seorang guru harus kuasai, yaitu :
1. Menjadi contoh yan baik
2. Mengajarkan pengenalan emosi
3. Menanggapi perasaan anak
4. Melatih pengendalian diri
5. Melatih pengelolaan emosi
6. Menerapkan disiplin dengan konsep empati
7. Dan hal -hal positif lainnya yang harus dikuasai guru agar mampu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan.
6. Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?
Peran seorang guru adalah memberikan pengajaran yang bermakna bagi murid agar terkenang di memori mereka sebagai memori yang indah.
Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Saya adalah sosok guru yang mampu mengendalikan emosi dengan baik, mampu beradaptasi dengan lingkungan, berkolaboratif dan inovatif. Hal itulah yang bisa membantu saya menggerakan murid,rekan guru dan komunitas sekolah.
Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas sekolah saya?
Peran dari guru penggerak adalah menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, menjadi mentor bagi rekan guru lainnya, mendorong kolaborasi antar guru, mewujudkan kepemimpinan murid.Dari beberapa peran tersebut, saya pernah menjadi koordinator lomba dan ekstrakurikuler dimana saya dan rekan guru membuat sebuah wadah penyaluran bakat dan minat bagi peserta didik, selain itu saya juga tergabung dalam kepengurusan pengembangan diri di lingkungan sekolah, yang mana ada kegiatan pengembangan diri yang di isi oleh guru di sekolah kami, dan kebetulan saya pernah menjadi narasumber dalam hal penggunaan CANVA pada proses pembelajaran.


No comments:
Post a Comment