Assalamualaikum wr wb
Good morning everybody
How's life
Semoga dalam keadaan sehat dan bahagia.
Minggu lalu kalian sudah belajar Bab 13 yaitu Seni Tari Sub Bab Level dan Pola Lantai pada Gerak Tari.
Untuk bisa memahami level dan pola lantai pada gerak tari tarian yang ada di Indonesia.
Pada kali ini kita akan tetap membahas Level pada tari dan Pola Lantai pada Gerak Tari.
Tetap semangat dalam menuntut ilmu dan melaksanakan kewajiban - kewajiban kalian
Selalu stay at home, jaga kesehatan dan hindari kerumunan.
Semoga kita bisa melewati situasi sulit ini dengan cara yang bijak.
Untuk mengisi link absensi kalian bisa mengisi pada form di bawah ini :
A. Pengertian Level pada Gerak Tari
Level Gerak pada tari adalah tinggi rendahnya gerak tari yang dilakukan.
1. Level tinggi contohnya di Indonesia ada tradisi yang dilakukan dengan level tinggi yaitu melayang, di daerah Nias dengan tradisi lompat batu . Tradisi ini telah hidup sejak ratusan tahun silam dan masih terpelihara hingga saat ini. Level tinggi pada gerak tari sering dilakukan pada tradisi tari balet. Level tinggi juga dapat dijumpai pada tari tradisi di Indonesia. Pada tarian perang dari suku Dayak salah seorang dari penari melompat dan memberi kesan dinamis dan kekuatan yang luar biasa. Tarian dengan tema perang di setiap suku memiliki kemiripan level tinggi. Level tinggi berfungsi juga untuk menunjukkan antara dua peran yang berbeda.
2. Level sedang contohnya dilakukan sejajar dengan tubuh. Gerak pada level sedang hampir dimiliki oleh semua tari tradisional di Indonesia. Level sedang ditunjukkan pada posisi penari berdiri secara lurus di atas pentas. Gerak yang dilakukan memiliki kesan maskulinitas karena gerak seperti ini sering dilakukan oleh penari pria. Properti dengan menggunakan tongkat sering di jumpai pada gerak tari Jawa, Sunda, Kalimantan, dan Papua, serta daerah lain. Tongkat dapat berupa tombak atau sejenisnya. Tongkat atau tombak yang digunakan biasanya menunjukkan bahwa tari tersebut bertema peperangan. Gerak level sedang juga ditunjukkan pada tari rampak dengan badan agak condong. Pose gerak seperti ini memberi kesan kokoh dan kuat. Gerak ini juga memberi kesan maskulinitas yaitu gerakan yang biasa ditarikan untuk peran laki-laki.
Jadi level gerak yang dilakukan dapat dibagi menjadi tiga yaitu: tinggi, sedang, dan rendah. Level pada gerak berfungsi untuk membuat desain bawah dan atas sehingga gerak tari yang dilakukan tampak dinamis. Level gerak juga berhubungan dengan ruang, waktu, dan tenaga. Level dapat membentuk ruang. Untuk membentuk ruang membutuhkan waktu. Untuk membentuk ruang dan waktu tentu membutuhkan tenaga untuk dapat melakukan gerak sesuai dengan intensitasnya.
Penggambaran level ini dapat di lihat dari pementasan yang
jika ada seorang penari yang berdiri sejajar dengan tubuhnya maka itu adalah level sedang dan jika posisi
penari itu berbaring di lantai maka itulah level rendah. Setiap gerak tari
daerah memiliki kesamaan pada levelnya , baik itu level tinggi, sedang atau
rendah.
Kali ini kita akan belajar tentang Pola Lantai pada Gerak Tari
B. Pengertian Pola Lantai pada tari
Pola lantai pada tari yaitu pergerakan yang dilakukan dengan
cara berpindah atau bergeser secara terstruktur sehingga membentuk pola denah
tertentu guna menjadikan tarian lebih indah dan menarik. Bentuk pola lantai ada
yang membentuk garis lurus dan ada yang membentuk garis lengkung. Setiap tari
memiliki pola lantai yang hampir mirip atau bahkan sama yaitu menggunakan pola
garis lurus atau lengkung.
Pola lantai garis lurus sering dijumpai pada pertunjukan tari tradisi di Indonesia. Tari Saman dari Aceh menggunakan pola lantai garis lurus secara horisontal yang menunjukkan hubungan antarmanusia. Pola lantai garis lurus juga dijumpai pada tarian Bedaya di keraton Jawa. Pola lantai garis lurus juga dijumpai pada tari Baris Gede di Bali. Garis-garis lurus dapat juga dimaknai memiliki sikap jujur.
2. Pola Lantai Garis Lengkung
Pola lantai tari selain garis lurus dapat juga berbentuk
garis lengkung. Tari Kecak merupakan salah satu contoh pola lantai garis
lengkung yang membentuk lingkaran. Pola lantai garis lengkung dapat juga
dijumpai pada tari Randai dari Minangkabau. Pada penari berjalan mengelilingi
pentas membentuk lingkaran. Pola lantai garis lengkung dapat juga dijumpai pada
tari Badong dari Toraja, Sulawesi Selatan. Di daerah Flores dapat dijumpai tari
dengan mengunakan garis lengkung yaitu tari Gawi. Tari Rejang Dewa dari Bali
juga banyak menggunakan pola lantai garis lengkung. Tari perang dari daerah
Papua juga banyak menggunakan pola lantai lengkung.
Dibawah ini adalah contoh Level pada Gerak Tari





No comments:
Post a Comment